About author

Nunung Pamungkas Jayuda

When life gets you down, you know whatcha got do? Just keep swimming, just keep swimming, just keep swimming swimming swimming.


Author's posts

Ubuntu LTS 20.04.2 Dengan Kernel HWE 5.8

Release LTS HWE 20.04

Setiap dua tahun pada bulan April Ubuntu biasannya merilis versi LTS ( Long Term Support - Dukungan Jangka Panjang), yang pembaruannya disediakan selama periode lima tahun (untuk versi server). Versi LTS Ubuntu 20.04 LTS dirilis pada April 2020 dan pada awalnya menggunakan dengan Linux Kernel 5.4. Secara jadwal harusnya versi Kernel HWE ( Hardware Enablement Stack ) pada 11 Februari 2021 - Tapi pagi ini 6 Februari 2021 kita akan mencobanya. HWE kernel Linux yang lebih baru yang mendukung hardware yang lebih baru.

Read more

PyTorch : 1. Tensor 1-D

1-D Tensor

Function Dasar

Kalau Tensor dimensi 0 merupakan bilangan maka selanjutnya tensor 1 dimensi itu merupakan array dengan bilangan. Sebagai contoh

  • 0-D : 1, 2, 3, 0.2, dst
  • 1-D : Baris dalam Database, Vector, Time series data, dll

Pada tensor terdapat element maka tipe data pada tiap elmenet tersebut disebut dengan data type, dan tipe data pada tensor tersebut disebut dengan tensor type.

image-20201127152230128

Read more

PyTorch : 1. Tensor

Tensor

Pada bagian ini kita akan mempelajari tensor dan bagaimana fungsi tensor sebuah bangunan blok pada pada jaringan saraf di pytorch ( untuk selanjutnya kita menggunakan neural network). Jaringan saraf atau neural network merupakan fungsi matematik saja jadi Anda jangan ngeri duluan hehehe. Nerual network yang merupkan fungsi matematika tersebut akan mengambil satu atau lebih masukan berupa tensor, memprosesnya lalu menghasilkan satu atau lebih output nilai.

Apakah Anda pernah menggunakan Numpy ? Jika sudah, maka pada abaigan ini hanyalah hal sederhana, tensor pada pytorch itu mirip dengan numpy, dengan tambahan flexibilitas bisa menggunakan GPU untuk memprosesnya.

Read more

Golang : Go Modules Atau Dep

KENAPA GAK DEP AJA ?

Pada 2017, pengembangan dep dimulai sebagai percobaan resmi di Go Package Management. Jika percobaan berhasil, maka dep akan menjadi solusi resmi untuk manajemen paket. dep ini menjadi sangat penting untuk developer Go, Dep mengadopsi mekanisme manajer paket lain, seperti cargo atau bundler . dep memang menggunakan dua file konfigurasi — Gopkg.toml dengan dependensi, dan Gopgk.lock dengan hash dan versi paket. Dependensi disimpan di direktori vendor. Dengan Dep memungkinkan untuk menentukan secara spesifik nomor versi yang sangat fleksibel dan tangguh untuk dependensi berdasarkan versi yang diinginkan. Spesifikasi versi yang valid di dep adalah hal-hal seperti 1.5–1.7.0 (yaitu> = 1.5 dan <= 1.7.0) dan ~ 1.6.0 (yaitu> = 1.6 dan <1.7.0). Pada dep, versi dapat ditentukan lebih fleksibel dan kuat daripada di modul Go, yang hanya memungkinkan spesifikasi versi minimal yang diperlukan. Tim Go mengikuti percobaan dengan cermat, tetapi pada akhirnya tidak dimasukkan dalam standar Go karena beberapa anggota tidak yakin. Bagaimanapun, prinsip Go lama menyatakan “jika ragu, tinggalkan saja.” Namun, tim Go terus bekerja secara intensif pada subjek manajemen paket. Salah satu pendukung utama adalah Russ Cox, yang bertanggung jawab atas konsep-konsep penting untuk modul Go dan implementasi saat ini. Intinya, Russ Cox mengatakan bahwa fleksibilitas dan kekuatan dep sulit bagi pengguna untuk mengelola. Dalam praktiknya, mereka tidak memberikan hasil yang lebih baik daripada pendekatan nomor versi minimum dari modul Go. Fleksibilitas ini membutuhkan implementasi yang sangat kompleks dari alat manajemen paket itu sendiri, dengan biaya pemeliharaan dan kinerja. Perbandingan modul dan dep Go akan melampaui lingkup yang dibahas di sini, tetapi poin paling penting dapat ditemukan di utas Twitter Russ Cox ini . Namun, satu hal yang pasti: kerja sama antara komunitas Go dan tim Google Go tidak berhasil dengan baik. Untuk waktu yang lama, banyak pokok kritik tidak dikomunikasikan kepada komunitas dep dan Go. Di sisi lain, modul Go dirancang di ruang tertutup Googleplex dan komunitas tidak cukup terlibat. Tim internal Go juga melihat ini dan menjanjikan upaya yang lebih baik di masa depan. Mugo-mugo lebih terbuka, leres to mase :)

Read more

Development Python dengan Virtualenv

Selamat siang kawan, kali ini saya ingin berbagi soal virtualenv di python. Apa sih fungsi dan kenapa developer python harusnya pakai alat satu ini. Mari kita bahas bersama kawan.

Apa itu Virtualenv ?

Virtualenv atau Virtual Environment (Lingkungan Virtual) adalah tool yang digunakan untuk mengisolasi lingkungan python. Lingkungan python disini yang di maksud meliputi binary (executable), library dan semua package yang di install oleh package manager python seperti pip dan easy_install.

Read more