Filosofi Save The Cow

blog-image

Permasalahan merupakan suatu hal yang sering terjadi, baik didalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam sebuah pekerjaan. Biasanya ketika kita menjumpai suatu permasalahan, hal yang pertama kali dilakukan adalah mencari-cari siapa orang atau hal dibalik masalah tersebut sehingga masalah tersebut muncul, namun tidak segera diselesaikan.

Seperti contohnya pada sebuah pekerjaan. Ditemukan sebuah bugs pada suatu program yang menyebabkan kesalahan dalam penyimpanan data. Ketika orang yang menemui masalah tersebut tidak merasa bahwa masalah itu bukan berasal dari pekerjaannya, maka hal yang pertama kali dilakukan adalah bertanya, siapa yang membuat program ini? kenapa program ini bisa salah? hingga user dibiarkan menunggu hingga pertanyaan tersebut terjawab atau lebih parahnya user terus menggunakan menu tersebut sehingga maslah bertumpuk.

Hal tersebut jelas akan menimbulkan masalah baru atau akan membuat tidak nyaman bagi sebagian user. lebih baik masalah tersebut diselesaikan terlebih dahulu kemudian berpikir agar masalahnya tidak terjadi lagi dan baru dicari siapa yang membuat program tersebut.

Seperti sebuah prinsip yang berasal dari Bangsa Native American atau yang biasa kita kenal dengan Suku Indian yaitu sebuah prinsip yang bernama SAVE THE COW atau Selamatkan Sapinya

Inti dari Save The Cow gini.

Ketika kita lagi berjalan, terus dijalan kita melihat ada seekor sapi yang terjebak didalam sebuah lumpur hisap. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyelamatkan sapi itu dulu keluar dari lumpur hisap, setelah sapi itu selamat baru kemudian berpikir kenapa sapi itu bisa masuk dan terjebak didalam lumpur hisap, lalu kemudian berpikir bagaimana caranya agar sapi-sapi itu tidak bisa masuk dan terjebak didalam lumpur hisap lagi.

Yang sering terjadi dalam kehidupan sahari-hari yaitu, ketika kita melihat sapi masuk dan terjebak dilupur hisap (hal ini bisa kita analogikan sebagai suatu masalah), yang kita lakukan adalah mencari-cari si pemilik sapi, “sapi siapa ini?”, “kenapa sapi ini bisa kejebak disini nih?”, “angkat dong sapinya”. sehingga kita tidak langsung menyelesaikan masalah yang terjadi di depan mata. kita banyak bertanya dan ketika balik lagi sapinya keburu mati tenggelam.

Kalau kita sibuk saling menyalahkan atau sibuk panik dan sibuk mikir apa yang terjadi, masalah tersebut akan semakin besar, maka jangan menghabiskan energi untuk hal yang tidak mendesak, paling tidak, tidak lebih mendesak daripada menyelesaikan masalah tersebut.


Sumber : pandji.com, image source : freepik